Menkominfo Rudiantara: Saya Tak Ragu Blokir Facebook - #MisterSeekers

Wednesday, November 21, 2018

Menkominfo Rudiantara: Saya Tak Ragu Blokir Facebook

Penting untuk Menjadi Perhatian. Sebelum Anda Melanjutkan untuk Membaca Berita, Melihat atau Mengajukan Permohonan Kerja dari Informasi-Informasi Yang Kami Tulis di Halaman ini, Khusus Penacari Kerja, Harap diperhatikan Tanggal Expired Yang Tertulis dibagian Halaman Postingan atau di Halaman Sumber Kami, Agar Anda Tidak Keliru dalam Membuat Keputusan Untuk Sesuatu Yang Belum Jelas Anda Pahami. Sekali lagi Harap di Baca dengan Seksama Informasi Yang Ada di Halaman ini.

Blog / Website ini Menyajikan Berbagai Informasi Terbaru Baik Nasional Maupun Internasional Seperti: Berita Terkini, Politik, Daerah, Nasional, Viral, Kejadian Aneh dan Nyata, Lowongan Kerja Terbaru 2018, Tips and Trick dan lain-lain. Kami Mencari Informasi dari Berbagai Sumber Terpercaya, Kemudian Kami Tulis Kembali di Blog / Website ini untuk Memperluas Jangkauan Informasi. Informasi Yang Kami Sajikan Sifatnya Hanya Sebatas Membantu Pencari Informasi dalam Menemukan Berbagai Informasi Penting Yang Ada di dunia Untuk Kebutuhan Mereka Yang Sifatnya Positif dan Mudah-Mudahan Bermanfaat. Jika Anda Ingin Terhubung Bersama Kami Silahkan Kunjungi Customer Support Kami untuk Mengajukan Pertanyaan, Masukan, Gabung Group Loker Via Telegram dll. Gabung Sekarang...

Catatan Khusus Pencari Kerja: Hati-Hati Terhadap Penipuan Kami Tidak Akan Pernah Meminta Sejumlah Uang ataupun Imbalan Lainnya, Jika Ada Yang Mengatasnamakan Kami Maka Kami Tidak Akan Bertanggungjawab Karena Hal tersebut Merupakan Penipuan.

Menkominfo Rudiantara: Saya Tak Ragu Blokir Facebook
   
Menkominfo Rudiantara: Saya Tak Ragu Blokir Facebook. JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan tidak akan ragu menutup akses Facebook di Indonesia.

Dia memberikan ancaman tersebut jika terbukti ada data pengguna Facebook dari Indonesia yang disalahgunakan serta mereka tidak mampu menindak hoax selama pemilihan mendatang.

“Jika saya harus menutupnya (Facbook), maka saya akan melakukannya. Saya pernah melakukannya (red : memblokir Telegram). Saya tidak ragu untuk melakukannya lagi,” tegas Rudiantara seperti dikutip dari laman Bloomberg, Rabu (4/4/2018).

Rudiantara juga mengatakan jika terbukti bahwa perusahaan ciptaan Mark Zuckerberg tersebut tidak dapat melindungi data pribadi masyarakat Indonesia, maka Facebook dapat dikenakan hukuman berat, yang merujuk kepada Keputusan Menteri terkait perlindungan data pribadi yang dikeluarkan 2016.

“Ada sanksi administratif. Saya bisa mengeluarkan surat peringatan kepada mereka. Juga akan ada sanksi pidana,” jelasnya.

Karyawan Facebook bisa terancam hukuman kurungan hingga 12 tahun dan denda hingga Rp12 miliar. "Saya harap tidak ada data pribadi pengguna Facebook Indonesia yang digunakan oleh Cambridge Analytica. Kalau memang disalahgunakan, saya bisa mengejar mereka, minta bantuan polisi," tegas Rudiantara.

Di sisi lain, Rudiantara juga menjelaskan jika pihaknya kini juga sedang meminta komitmen Facebook untuk menjaga penyebaran hoax, serta menambah keamanan informasi pengguna Facebook Indonesia. Hal ini dilakukan mengingat sebentar lagi Indonesia akan masuk ke tahun politik.

Rudiantara merasa khawatir, dikarenakan adanya potensi kekuatan domestik dan eksternal yang menggunakan data media sosial untuk menargetkan pemilih individu dalam pemilu di Indonesia.

Dia juga prihatin mengenai penggunaan media sosial untuk menyebarkan hoax sebagai cara mempengaruhi pemilih, seperti dugaan adanya permainan dari pihak Rusia dalam jajak pendapat Amerika pada 2016.

"Saya harus berhati-hati, apakah itu internal dari dalam negeri atau di luar negeri. Tetapi yang paling penting adalah kita harus melihat kontrol untuk platform,” ujar Rudiantara.

Terakhir, Rudiantara pun memiliki wejangan sederhana bagi Facebook dan juga perusahaan media sosial lainnya terkait masalah yang terjadi saat ini.

"Jika Anda tidak dapat mengelola platform Anda untuk mendukung stabilitas Indonesia, ini berarti niat Anda untuk berada di Indonesia bukan untuk bisnis, melainkan untuk sesuatu yang lain,” kata dia.

Sekedar informasi, Kominfo sudah melakukan kontak dengan pihak Facebook dengan menggunakan surat resmi. Mereka meminta kejelasan dari Facebook, apakah ada data pengguna Facebook Indonesia yang disalahgunakan atau tidak.

Pihak Facebook pun sudah merespon surat tersebut. Mereka menjanjikan akan ada surat balasan resmi selambat-lambatnya pada pekan ini. (chn)

Catatan Khusus Pencari Kerja: Jika sewaktu-waktu link Pendaftaran tidak bisa ditemukan atau telah hilang di halaman pendaftaran, kemungkinan lowongan sudah tutup terlebih dahulu karena kuota sudah penuh dan atau kendala teknis lainnya.

Demikian untuk di maklumi dan dipahami. Terima Kasih semoga Sukses. Informasi Menarik Lainnya Langsung Buka Situs Resmi Kami di Link berikut ini: https://www.misterseekers.com Tersedia lowongan mulai SLTA sederajat hingga Sarjana.
Comments