Sukmawati Soekarnoputeri Telah Minta Maaf Soal Puisi Ibu Indonesia. Ketua MUI, Jangan Bikin Gaduh dan Buang Tenaga...?



Sukmawati Soekarnoputeri Telah Minta Maaf Soal Puisi Ibu Indonesia. Ketua MUI, Jangan Bikin Gaduh dan Buang Tenaga...? Kontroversi puisi 'Ibu Indonesia' tidak perlu diteruskan, ... "yang akan membuang energi dan menimbulkan kegaduhan" karena Sukmawati Soekarnoputeri sudah meminta maaf, kata Ketua MUI KH Maruf Amin.
Sukmawati Soekarniputeri Telah Minta Maaf Soal Puisi Ibu Indonesia. Ketua MUI, Jangan Bikin Gaduh dan Buang Tenaga...?
Ketua MUI menyampaikan hal itu dalam jumpa pers seusai melakukan pertemuan tertutup selama seitar dua jam dengan Sukmawati, di kantor MUI, Jakarta, Kamis (5/4).

Sebelumnya, Rabu (4/4) Sukmawati menyelenggarakan jumpa pers, untuk meminta maaf atas ketersinggungan yang muncul akibat puisinya. Sementara sebagian kalangan tetap melanjutkan proses pelaporan di polisi, sementara sebagian lagi menyerukan aksi massa yang setara dengan unjuk rasa kasus Ahok.

Pencarian Populer:
  • Puisi Sukmawati Soekarnoputri: Ekspresi seni atau penistaan agama?
  • Dengan 212, umat Islam 'ingin berkuasa lewat pilkada, pemilu dan pilpres'
  • Reuni 212 menatap pilkada dan pemilu mendatang, usai 'memenangkan Anies' di Jakarta

INI LANTUNAN PUISI LENGKAPNYA :


Sukmawati tiba tengah hari bersama rombongannya, dan langsung masuk ruangan MUI, diterima oleh antara lain Sekjen MUI Anwar Abbas, dan Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhidlai, selain KH Maruf Amin.

Usai pertemuan tertutup, KH Maruf Amin mengatakan MUI "bisa memaklumi permohonan maaf beliau (Sukmawati)," dan mengajak semua umat Islam untuk juga menerima permohonan maaf itu.

"Kalau bisa menghentikan upaya di pengadilan, Bareskrim. Dan kita kembali membangun keutuhan bangsa dan negara," kata Maruf Amin.

Beberapa pihak sudah lebih awal mengadukan Sukmawati ke kepolisian. Antara lain Ketua DPP Partai Hanura Amron Asyhari, Selasa (3/4) dan Forum Anti Penodaan Agama (FAPA).

Hentikan aksi hari Jumat. Maruf Amin juga menyerukan kalangan yang berencana melakukan aksi turun ke jalan Jumat (6/4) besok ,untuk membatalkan niat mereka."Saya meminta sebaiknya (tidak unjuk rasa) karena dia sudah minta maaf, sudah mengakui kesalahannya, tidak mengulang lagi. Jadi sebaiknya tidak perlu diteruskan daripada membuang energi, menimbulkan kegaduhan," kata Maruf Amin pula.

Dalam jumpa pers itu, Sukmawati tidak mengeluarkan pernyataan apapun kepada wartawan dan langsung meninggalkan ruangan sesuda mencium tangan KH Maruf Amin.

Sebelumnya, beberapa orang yang mengatasnamakan alumni 212 bermaksud menggelar unjuk rasa besar-besaran pada Jumat (6/4) besok. Beberapa pihak sudah lebih awal mengadukan Sukmawati ke kepolisian.

Namun cendekiawan Islam Lies Marcoes, dalam kesempatan lain mengatakan kepada BBC bahwa reaksi terhadap sajak Sukmawati, sama sekali tidak tepat dan bisa mengarah pada pemberangusan kebebasan berekspresi.

Ancaman unjuk rasa. Kelompok yang mengatasnamakan alumni gerakan 212 mengatakan, demonstrasi akan digelar untuk "menunjukkan bahwa dia Islam dan dia Indonesia," kata Budhi Haruman Guawijaya, seorang anggota kelompok itu.

"Karena narasinya dari Ibu Sukmawati itu sepertinya ingin membenturkan antara syariat Islam dengan Indonesia. Jadi kesannya kalau saya Islam, saya itu tidak Indonesia. Kalau saya Indonesia, harusnya tak boleh menjalankan syariat sesuai agama kita," paparnya

Namun, tidak semua mantan peserta 212 sepakat.. Misalnya Kamal Muzakki, yang menyatakan tidak akan ikut: "Tidak (ikut). Karena banyak hal yang lain yang harus diurusi, bukan cuma itu saja," katanya.

"Dan sebetulnya urusan keumatan Islam kan ada amar ma'ruf (perintah untuk mengajak atau menganjurkan hal-hal yang baik) ada nahi munkar (mencegah hal-hal yang buruk bagi masyarakat). Nah kebetulan sekarang kami fokusnya di amar ma'ruf bukan di nahi munkar," tambah Kamal.

Pernyataan Sukmawati. Sukmawati sendiri telah mengumumkan permohonan maaf kepada umat Islam yang merasa tersinggung dan keberatan atas puisinya.

Dalam konferensi pers yang diadakannya pada Rabu (04/04), dia mengatakan bahwa, "karya sastra dari Puisi Ibu Indonesia ini telah memantik kontroversi di berbagai kalangan, baik pro dan kontra khususnya di kalangan umat Islam".

Sajak itu menurutnya sudah ditulis lama dan menjadi bagian dari buku Kumpulan Puisi Ibu Indonesia terbitan tahun 2006.

"Puisi 'Ibu Indonesia' ini ditulis sebagai refleksi dari keprihatinan saya tentang rasa wawasan kebangsaan ... semata-mata untuk menarik perhatian anak-anak bangsa untuk tidak melupakan jati diri Indonesia asli."

"Dengan ini dari lubuk hati yang paling dalam, saya mohon maaf lahir dan batin kepada umat Islam Indonesia khususnya bagi mereka yang tersinggung dan berkeberatan dengan Puisi Ibu Indonesia," kata Sukmawati di hadapan para wartawan.

Mengandung 'muatan politik' Menurut pengamat politik Islam dari Universitas Negeri Jakarta, Ubedilah Badrun, masalahnya sebetulnya hanyalah kondisi sosiologi masyarakat saat ini.

Pengajar Sosiologi Politik di UNJ menganggap, Sukmawati sekadar kurang peka. dan ia mempertanyakan niat-niat pengerahan massa itu.

"Saya kira jadi sensitif dan menjadi isu SARA. Jadi sebaiknya tidak usahlah dibesar-besarkan dan di sisi lain tidak usah juga membuat pernyataan yang menimbulkan munculnya isu SARA."

Ia menengarai, ada kalangan yang kemudian menjadikan kasus ini sebagai alat politik.

"Bisa saja kan kemudian ditafsirkan bahwa muatan politiknya adalah untuk mengurangi elektabilitas partai di mana keluarga Soekarno ada di situ, dan Megawati Soekarno juga," kata Ubedilah.

Hal itu disanggah oleh Mursal Fadhilah dari Forum Anti Penodaan Agama (FAPA) yang mengaku juga akan mengikuti aksi di hari Jumat nanti.

"Ini murni pembelaan terhadap agama dan tidak ada agenda politik apapun dan tidak terkait dengan parpol apapun tapi murni merupakan perintah agama untuk membela agama," kata Mursal.

Di-' A hok' - kan? Pengamat HAM Ismail Hasani dari SETARA Institute juga mempermasalahkan kalangan yang hendak mengerahkan massa. "Menghormati pihak-pihak yang sudah melaporkan Sukmawati, saya kira biarkan polisi bekerja secara profesional tanpa diiringi tekanan publik yang menguras energi," kata Ismail.

"Karena kalau ada tekanan massa, yang terjadi bukan fair trial tetapi seperti kasus lain seperti ini, trial by the mob ."

Selain itu, Ismail juga menjelaskan bahwa akar dari Pasal 156a yang saat ini digunakan beberapa pihak untuk melaporkan Sukmawati memiliki proses-proses nonyudisial seperti "diklarifikasi, diperingatkan dan dibimbing."

"Tetapi pelaporan semacam ini (kasus Sukmawati) banyak presedennya. Misalnya (kasus Ahok), Pak Basuki dilaporkan tanpa melalui proses klarifikasi, tanpa melalui proses peringatan."

Setelah mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok dipenjara tercatat kasus penistaan agama telah disidangkan tiga kali: dr. Otto Rajasa di Balikpapan, Aking Saputra di Karawang dan Arnoldi Bahari di Pandeglang.

Sumber :
BBC INDONESIA




LOWONGAN KERJA SLTA SEDERAJAT (83+), LOWONGAN KERJA LULUSAN DIPLOMA (306+), LOWONGAN KERJA LULUSAN SARJANA (189+), SEMUA LOWONGAN KERJA (680+)


Loker di Daerah Maluku
Loker di Daerah Manado
Loker di Daerah Mataram
Loker di Daerah Medan
Loker di Daerah Metro
Loker di Daerah Muara Enim
Loker di Daerah Muaradua
Loker di Daerah Muara Teweh
Loker di Daerah Ngawi
Loker di Daerah Nganjuk
Loker di Daerah NTT
Loker di Daerah NTB
Loker di Daerah Padang
Loker di Daerah Palangkaraya
Loker di Daerah Palembang
Loker di Daerah Palu
Loker di Daerah Pangkal Pinang
Loker di Daerah Papua
Loker di Daerah Papua Barat
Loker di Daerah Pasuruan
Loker di Daerah Pati
Loker di Daerah Pekalongan
Loker di Daerah Pekanbaru
Loker di Daerah Pematang
Loker di Daerah Ponorogo
Loker di Daerah Pontianak
Loker di Daerah Purwokerto
Loker di Daerah Purworejo
Loker di Daerah Purwosari
Loker di Daerah Prabumulih
Loker di Daerah Riau
Loker di Daerah Samarinda
Loker di Daerah Sampit
Loker di Daerah Semarang
Loker di Daerah Serang
Loker di Daerah Sidoarjo
Loker di Daerah Situbondo
Loker di Daerah Sorong
Loker di Daerah Sukabumi
Loker di Daerah Sukoharjo
Loker di Daerah Sulawesi
Loker di Daerah Sumatera
Loker di Daerah Sumedang
Loker di Daerah Sumenep
Loker di Daerah Surabaya
Loker di Daerah Surakarta
Loker di Daerah Solo
Loker di Daerah Taliwang
Loker di Daerah Tangerang
Loker di Daerah Tembilahan
Loker di Daerah Tuban
Loker di Daerah Timika
Loker di Daerah Tasik Malaya
Loker di Daerah Tegal
Loker di Daerah Tanjung Selor
Loker di Daerah Ternate
Loker di Daerah Tondano
Loker di Daerah Tulungagung
Loker di Daerah Trenggalek
Loker di Daerah Yogyakarta

Gabung di Channel Resmi Kami:
Google Plus Follow
Instagram Follow
Facebook Fanspage Like and Follow
Youtube Channel SUBSCRIBE
Twitter Follow
Blogger Follow Now

Setiap Hari Kami Update Berita dan Info Lowongan Kerja SMA SMK Diploma Sarjana BUMD BUMN Swasta Kementerian dan Lembaga Untuk Seluruh Wilayah Indonesia..

ARSIP : Tahun 2017 January 2018 February 2018 Maret 2018 April 2018 Mei 2018 Juni 2018 Juli 2018 Agustus 2018 September 2018 Oktober 2018 November 2018 Desember 2018

You Might Also Like :
Previous
Next Post »


    OUR SPONSOR :