Ini Alasan Rudiantara Imbau Agar ASN tidak Menggunakan Email Gratis Gmail atau Yahoo - #MisterSeekers

Tuesday, December 12, 2017

Ini Alasan Rudiantara Imbau Agar ASN tidak Menggunakan Email Gratis Gmail atau Yahoo

Penting untuk Menjadi Perhatian. Sebelum Anda Melanjutkan untuk Membaca Berita, Melihat atau Mengajukan Permohonan Kerja dari Informasi-Informasi Yang Kami Tulis di Halaman ini, Khusus Penacari Kerja, Harap diperhatikan Tanggal Expired Yang Tertulis dibagian Halaman Postingan atau di Halaman Sumber Kami, Agar Anda Tidak Keliru dalam Membuat Keputusan Untuk Sesuatu Yang Belum Jelas Anda Pahami. Sekali lagi Harap di Baca dengan Seksama Informasi Yang Ada di Halaman ini.

Blog / Website ini Menyajikan Berbagai Informasi Terbaru Baik Nasional Maupun Internasional Seperti: Berita Terkini, Politik, Daerah, Nasional, Viral, Kejadian Aneh dan Nyata, Lowongan Kerja Terbaru 2018, Tips and Trick dan lain-lain. Kami Mencari Informasi dari Berbagai Sumber Terpercaya, Kemudian Kami Tulis Kembali di Blog / Website ini untuk Memperluas Jangkauan Informasi. Informasi Yang Kami Sajikan Sifatnya Hanya Sebatas Membantu Pencari Informasi dalam Menemukan Berbagai Informasi Penting Yang Ada di dunia Untuk Kebutuhan Mereka Yang Sifatnya Positif dan Mudah-Mudahan Bermanfaat. Jika Anda Ingin Terhubung Bersama Kami Silahkan Kunjungi Customer Support Kami untuk Mengajukan Pertanyaan, Masukan, Gabung Group Loker Via Telegram dll. Gabung Sekarang...

Catatan Khusus Pencari Kerja: Hati-Hati Terhadap Penipuan Kami Tidak Akan Pernah Meminta Sejumlah Uang ataupun Imbalan Lainnya, Jika Ada Yang Mengatasnamakan Kami Maka Kami Tidak Akan Bertanggungjawab Karena Hal tersebut Merupakan Penipuan.

Ini Alasan Rudiantara Imbau Agar ASN tidak Menggunakan Email Gratis Gmail atau Yahoo. JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, mengimbau seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) agar tak menggunakan e-mail gratis asing semacam Gmail dan Yahoo.

Sebagai gantinya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menghadirkan layanan email resmi pemerintah bertajuk "mail.go.id".

Setidaknya ada dua alasan yang mendasari sikap pemerintah tersebut. Pertama soal keamanan, di mana sejumlah e-mail gratis yang beredar di pasaran dinilai mudah dieksploitasi, baik dari segi konten maupun identitas pengirim. Ini dikhawatirkan menjadi salah satu sumber kebocoran informasi pemerintah.
Ini Alasan Rudiantara Imbau Agar ASN tidak Menggunakan Email Gratis Gmail atau Yahoo

Jika menggunakan domain mail.go.id, ada fitur-fitur keamanan semacam tanda tangan elektronik dan enkripsi. Kepastian identitas dan hukumnya terjamin sehingga alur pertukaran informasi antara pengirim dan penerima tetap terjaga kerahasiannya.

Alasan kedua adalah efisiensi. Rudiantara mengatakan pertukaran informasi via layanan e-mail asing memakan bandwidthinternasional, sehingga ada ongkos yang perlu dikeluarkan.

"Aksesnya ke hosting luar negeri, padahal orang-orang yang saling bertukar e-mail ada di sini. Bolak-balik begitu ada ongkos industri sehingga devisa negara keluar terus," kata Rudiantara, Senin (11/12/2017), di Gedung Serbaguna Kominfo, Jakarta.

Gmail dan Yahoo memang lebih baik. Menteri yang kerap disapa Chief RA itu mengakui bahwa Gmail, Yahoo, dkk, menawarkan pengalaman pengguna yang lebih baik ketimbang e-mail yang disediakan pemerintah. Pemerintah pun akan terus memperbaiki sistem layanan e-mail agar strukturnya lebih mudah digunakan.

"Sekarang pemerintah sudah lebih berpikir, siapa yang pakai dan kebutuhannya apa. Kami harus menyesuaikan sehingga layanannya lebih bisa diterima," ia berujar.

Layanan mail.go.id ini sejatinya menyasar ASN di daerah yang institusinya belum memiliki sistem e-mail sendiri. Berbeda dengan institusi pusat semacam kementerian yang masing-masing sudah punya sistem e-mail yang aman.

"Misalnya kalau di Kominfo pakai kominfo.go.id, di kementerian lain juga alamatnya beda. Mail.go.id ini diharapkan bisa dipakai semua, tapi terkhusus untuk Pemerintah Daerah (Pemda) yang belum punya sistem e-mail agar nggak pakai e-mail gratis asing," ia menjelaskan.

Bakal dibuka untuk masyarakat umum? Ke depannya diharapkan semua institusi pemerintah bisa bersatu menggunakan sistem mail.go.id. Namun belum diketahui mekanismenya bagaimana, apakah serta-merta pindah ke mail.go.id atau yang sudah punya sistem e-mail sendiri distandardisasi dan disatukan infrastrukturnya dengan mail.go.id.

Sebagai permulaan, pemerintah memberikan kapasitas 4 GB untuk pertukaran e-mail antar-ASN via mail.go.id. Sebanyak 93.000 ASN yang sebelumnya sudah tergabung di "pnsmail.go.id" sejak 2013 akan menjadi yang pertama ditransisikan ke mail.go.id.

Ketika ditanya apakah pemerintah berniat mengomersilkan mail.go.id ke masyarakat luas, Chief RA mengiyakan. Akan tetapi, wacana itu masih jauh.

"Kepikiran sih ada tapi untuk saat ini belum. Pelan-pelan dulu di pemerintahan. ASN saja jumlahnya ada empat jutaan," ia menuturkan. Sebelumnya diterbitkan oleh Kompas.com
Catatan Khusus Pencari Kerja: Jika sewaktu-waktu link Pendaftaran tidak bisa ditemukan atau telah hilang di halaman pendaftaran, kemungkinan lowongan sudah tutup terlebih dahulu karena kuota sudah penuh dan atau kendala teknis lainnya.

Demikian untuk di maklumi dan dipahami. Terima Kasih semoga Sukses. Informasi Menarik Lainnya Langsung Buka Situs Resmi Kami di Link berikut ini: https://www.misterseekers.com Tersedia lowongan mulai SLTA sederajat hingga Sarjana.
Comments