Struktur dan Jenjang Karier di Kepolisian



Polisi itu dibagi dua bagian. Bagian Pertama adalah Pelaksana Utama, dan Bagian Kedua adalah Manajerial. Pelaksana dalam Polri disebut golongan BINTARA, sedangkan manajer disebut golongan PERWIRA. Pernah menonton film luar negeri tentang polisi kan? Seperti “Good Cop Bad Coop“, Hunter dsb. Pasti ingat tokoh utamanya sering dimarahi atasannya, bahkan sambil gebrak-gebrak meja. Nah, pemain utamanya itu golongan BINTARA, sedangkan yang duduk di belakang meja, mengatur, mengendalikan, dan kadang ngomel-ngomel itu adalah golongan PERWIRA.

Pangkat PERWIRA itu warnanya Kuning Keemasan, sedangkan golongan BINTARA itu warnanya Silver/Perak. Dalam Organisasi Kepolisian digunakan Sistem Hierarki yang bertujuan untuk menjaga agar Perintah dari atas dapat dilaksanakan dengan baik dan juga sebagai Sistem Pengendalian. Hierarki berbanding lurus dengan karier, ditandai dengan pangkat.

 
Berikut Gambaran Perjalanan Karier dari BINTARA:
☆ Brigadir Polisi Dua (BRIPDA), setelah 4 tahun menjadi ☆ Brigadir Polisi Satu (BRIPTU), setelah 4 tahun menjadi ☆ BRIGADIR, setelah 4 tahun menjadi ☆ Brigadir Polisi Kepala (BRIPKA), setelah 5 tahun menjadi ☆ Ajun Inspektur Dua (AIPDA), setelah 2 tahun menjadi ☆ Ajun Inspektur Satu (AIPTU), ini adalah Pangkat Tertinggi di Golongan BINTARA.

 
Perwira Pangkatnya dibagi Tiga Golongan, yaitu PAMA (Perwira Pertama), PAMEN (Perwira Menengah), dan PATI (Perwira Tinggi).

PAMA terdiri dari:
★Inspektur Polisi Dua (IPDA), setelah 3 tahun menjadi ★ Inspektur Polisi Satu (IPTU), setelah 6 tahun menjadi ★ AKP, setelah 2 tahun menjadi

PAMEN terdiri dari:
★ Komisaris Polisi (KOMPOL)
★ Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP)
★ Komisaris Besar Polisi (KOMBES)

PATI terdiri dari:
★ Brigadir Jenderal Polisi (BRIGJEN)
★ Inspektur Jenderal Polisi (IRJEN)
★ Komisaris Jenderal Polisi (KOMJEN)
★★★★★ Jenderal Polisi

Yang Perlu diperhatikan adalah, di atas Pangkat KOMPOL hingga JENDERAL, Lamanya Kenaikan Pangkat tersebut Menyesuaikan Pendidikan, Prestasi, Jabatan, dan Hasil Assessment.

Masa Dinas yang disebutkan di atas tadi tidak Baku. Karena Bisa dipengaruhi Prestasi atau Pelanggaran. Misalnya Anggota Yang Melakukan Pemukulan terhadap tersangka, ditunda Kenaikan Pangkatnya 2 Rotasi, Yang Artinya dia ditunda satu tahun.

Kalau Ingin Menjadi Polisi, bisa memilih apakah mau menjadi BINTARA, atau mau menjadi PERWIRA.

 
→ Untuk menjadi BINTARA, Jalurnya hanya satu yaitu lewat SPN (Sekolah Polisi Negara), Pendidikan kurang lebih 7 bulan. Sistem penempatan BINTARA secara umum menggunakan prinsip, “Local boy for local job,” yang artinya orang lokal untuk tugas lokal. Implementasinya jika mendaftar di Jawa, penempatan tidak akan jauh dari Jawa (kecuali mendadak dibutuhkan di luar daerah).

 
→ Untuk menjadi PERWIRA, ada dua jalur. Jalur dari UMUM Langsung jadi PERWIRA, atau dari BINTARA jadi PERWIRA.

▶ Dari Jalur UMUM Langsung jadi PERWIRA Hanya satu, yaitu Melalui Akademi Kepolisian (AKPOL) di Semarang Jawa Tengah dengan Masa Pendidikan Kurang lebih 3,5 tahun, dengan Gelar Setara D3. Jalan Masuk menjadi AKPOL dari SMA, dari BINTARA Junior, atau dari SARJANA. Lulus AKPOL akan Mendapat Pangkat IPDA, siap ditempatkan tugas di Bidang Operasional / Administrasi.

▶ Dari Jalur BINTARA Menjadi PERWIRA ada Tiga Jalur, yaitu AKPOL, SIP dan SAG.
→ AKPOL juga menerima dari Bintara, namun Bintara Muda berpangkat BRIPTU. Mengingat lulusan AKPOL dipersiapkan untuk memegang jabatan tertinggi dalam Kepolisian.
→ Jalur kedua melalui SIP (Sekolah Inspektur Polisi), yang diikuti hanya oleh BINTARA senior berpangkat AIPDA atau AIPTU dengan masa pendidikan sekitar 6 bulan. Lulus SIP akan mendapat pangkat IPDA, siap ditempatkan di bidang Operasional maupun Administrasi.
→ Jalur ketiga melalui SAG (Sekolah Alih Golongan), yang hanya diikuti oleh BINTARA senior dengan masa pendidikan sekitar 1 bulan. Lulus SIP akan mendapat pangkat IPDA, siap ditempatkan di bidang Administrasi.

Untuk SIP maupun SAG karena bersumber dari BINTARA senior, umumnya penempatan tidak jauh dari pendaftaran asal. Sangat berbeda dengan AKPOL, pendidikan keras dan cukup lama bertujuan untuk mempersiapkan seorang manajer yang siap hidup dimana saja. Jadi penempatan lulusan AKPOL benar-benar acak di seluruh NKRI.

Jika ingin masuk Polisi, Pertimbangkan apakah ingin Mengejar Karier yang Tinggi (PERWIRA AKPOL) dengan Risiko/Beban Tugas jauh dari rumah. Sedangkan jika ingin menjadi Pelaksana (BINTARA), besar kemungkinan ditempatkan tidak jauh dari Lokasi Pendaftaran.

Sarjana Hukum bukan menjadi prioritas saat Pendaftaran Polri, sebab semua Polri adalah Praktisi Hukum, dan banyak kesempatan/peluang setelah menjadi anggota Polri mendapat beasiswa untuk menempuh Pendidikan Hukum.

Cara masuk ke Kepolisian harus masuk yang namanya DIKTUK (Pendidikan Pembentukan).

DIKTUK ini dibagi dua, yaitu AKPOL dan SPN.

DIKTUK ini membentuk karakter sipil menjadi semi militer. Hal ini sangat dibutuhkan sebab anggota Polri harus terbiasa menaati peraturan sebelum bisa menjadi penegak aturan, serta memahami sistem hierarki kepangkatan untuk kelak digunakan dalam menjalankan organisasi Polri.
 
Tidak semua orang mampu bekerja di bawah banyak aturan-aturan yang mengikat. Oleh karena itu perlu diseleksi, mana calon anggota Polri yang diperkirakan mampu melewati DIKTUK yang kemudian dilantik menjadi anggota Polri.

Oleh karena itu, seleksi masuk Polri terdiri dari beberapa tes, seperti:
→ Tes Administrasi, (misalnya KTP, peserta yang tidak memiliki KTP mengindikasikan peserta tersebut tidak bisa mematuhi peraturan sederhana dalam masyarakat sipil yaitu administrasi kependudukan)
→ Tes Kesehatan, (misalnya mengecek mata minus, minus yang berlebih berbahaya apabila diberikan senjata api)
→ Tes Kesamaptaan (misalnya tes lari, peserta yang memiliki gangguan jantung akan mengalami kesulitan dalam berlari, yang kemungkinan besar akan kerepotan mengejar maling misalnya)
→ Tes Psikologi (misalnya tes paulie, peserta yang memiliki emosi tidak stabil berpotensi tidak mampu mematuhi perintah atasan, dan mudah menggunakan kekuatan/senpi saat emosinya meningkat)
→ Tes Potensi Akademik (misalnya tes pengetahuan umum, peserta yang kecerdasannya terlalu rendah tidak akan mampu menyesuaikan diri dengan beban tugas, kelak akan kewalahan menjadi pembimbing masyarakat)

Setelah Lulus, lama masa DIKTUK tergantung dimana dia Mendaftar. Jika AKPOL 3,5 tahun, sedangkan SPN 7 bulan.

Tambahan sedikit Masalah Karier, Pergerakan Karier dalam Organisasi Kepolisian ada tiga, yaitu:
Promosi : dipindah ke jabatan yang lebih tinggi karena prestasi
Demosi : dipindah ke jabatan yang lebih rendah karena kasus/masalah
Tour of Duty / Tour of Area : dipindah dengan tingkatan jabatan sama namun beda fungsi, atau dipindah dengan jabatan sama tapi beda wilayah; mutasi ini bertujuan untuk penyegaran petugas pada jabatan/tempat yang baru.

Semoga penjelasan singkat di atas mampu memberi sedikit Pencerahan. Kalau ada Kekeliruan, Penulis Mohon Maaf sebab saya Belum Pernah Berdinas di Bidang Sumda (Sumber Daya).

Kata Kunci Untuk Menjadi POLISI Adalah PENGABDIAN. Source : Hukum Online | (Edited By ADDALOKER)




lowongan kerja slta sederajat (100+), lowongan kerja lulusan diploma (110+), lowongan kerja lulusan sarjana (102+), lowongan kerja nasional (112+)

Gabung di Channel Resmi Kami:
Google Plus Follow
Instagram Follow
Facebook Fanspage Like and Follow
Youtube Channel SUBSCRIBE
Twitter Follow
Blogger Follow Now
Setiap Hari Kami Update Berita dan Info Lowongan Kerja SMA SMK Diploma Sarjana BUMD BUMN Swasta Kementerian dan Lembaga Untuk Seluruh Wilayah Indonesia..

ARSIP : Tahun 2017 January 2018 February 2018 Maret 2018 April 2018 Mei 2018 Juni 2018 Juli 2018 Agustus 2018 September 2018 Oktober 2018 November 2018 Desember 2018

You Might Also Like :
Previous
Next Post »


    OUR SPONSOR :